Visualisasi Data · Karhutla Indonesia 2026

Karhutla Ancam Target FOLU Net Sink 2030 Indonesia

Besarnya luas wilayah terbakar di Indonesia disinyalir bisa membuat program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 alami kegagalan. Pasalnya, sekitar 511,3 ribu hektare atau 38,70 persen area terbakar berada di wilayah Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030.

Visualisasi ini dibuat oleh: Sarjan Lahay
0
Total Area Indikatif Terbakar (AIT)
nasional, Januari–Agustus 2026
0
Kenaikan AIT hanya dalam
satu bulan (Juli → Agustus 2026)
0
Area terbakar di dalam Kawasan Hutan
negara (59,96% dari area baru)
0
Area terbakar tumpang tindih dengan
izin & konsesi (51,14% dari total AIT)
01 · Ledakan yang Sudah Diprediksi

Dari landai ke meledak, hanya dalam sebulan

BMKG sudah memberi peringatan dini sejak awal tahun soal ancaman musim kemarau ekstrem 2026. Prediksi itu terbukti — dan dampaknya datang jauh lebih cepat dan lebih luas dari yang banyak orang bayangkan.

Juli 2026
100,7 rb ha
Area diduga terbakar bulan ini
Agustus 2026
±1,32 juta ha
Naik +1.131.083 ha hanya dalam sebulan

Komposisi total AIT Januari–Agustus 2026

Area terbakar berulang vs. area baru yang belum pernah tercatat terbakar sebelumnya
Sumber data: Area Indikatif Terbakar (AIT), Yayasan Madani Berkelanjutan
02 · Api di Wilayah Otoritas Negara

Membakar wilayah yang justru diawasi negara

Dari 1,32 juta hektare area baru yang terbakar, 59,96% berada tepat di dalam Kawasan Hutan — wilayah yang secara hukum berada di bawah penguasaan dan wewenang pengawasan penuh negara. Yang paling mengkhawatirkan: benteng pertahanan ekosistem seperti Hutan Lindung dan Hutan Konservasi ikut melonjak tajam.

Lonjakan AIT per fungsi Kawasan Hutan: Juli → Agustus (kumulatif, ribu ha)

Hutan Lindung naik lebih dari 12x lipat, Hutan Konservasi hampir 6x lipat, dalam satu bulan
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan
Perisai yang tak menahan api: Key Biodiversity Area (KBA) menyumbang 73,2 ribu hektare (5,55%) dari area terbakar baru. Area PIPPIB (peta moratorium izin baru) juga ikut terbakar seluas 342,1 ribu hektare (25,89%) — PIPPIB Kawasan 189 ribu ha, PIPPIB Gambut 144 ribu ha, PIPPIB Primer 7,9 ribu ha. Status perlindungan di atas kertas belum berfungsi sebagai perisai fisik di lapangan.
03 · Akuntabilitas Korporasi

Separuh api berada di wilayah izin

51,14% atau 675,7 ribu hektare area indikatif terbakar tumpang tindih langsung dengan area izin dan konsesi — bukti bahwa karhutla di Indonesia bukan semata bencana alam, melainkan juga kegagalan tata kelola industri berbasis lahan.

Tumpang tindih AIT di area izin & konsesi

Total 675,7 ribu ha, Januari–Agustus 2026
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan

Lonjakan AIT di area izin: Juli vs Agustus

Ribu hektare
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan
Pelemahan prinsip strict liability (tanggung jawab mutlak tanpa perlu membuktikan unsur kesengajaan) yang sebelumnya diatur tegas dalam Pasal 88 UU No. 32/2009 tentang PPLH, pasca-pemberlakuan UU Cipta Kerja, menciptakan celah hukum yang mempersulit pembuktian dan akuntabilitas pemegang izin atas kebakaran di dalam batas konsesi mereka.
04 · Benteng Terakhir Karbon

Krisis di ekosistem gambut

Gambut menyimpan cadangan karbon raksasa. Kebakaran di Fungsi Ekosistem Gambut (FEG) mencapai 447,6 ribu hektare — 33,87% dari total area terbakar baru — dan status lindung ternyata tak memberi jaminan apa pun.

AIT di ekosistem gambut: kumulatif vs. Juli vs. Agustus (ribu ha)

FLEG = Fungsi Lindung Ekosistem Gambut · FBEG = Fungsi Budidaya Ekosistem Gambut
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan
Kelembagaan yang goyah: Isu pelemahan dan pembubaran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), tanpa lembaga lain yang secara khusus mengurusi ekosistem gambut, berdampak langsung pada menurunnya intensitas pemeliharaan sekat kanal dan rewetting di tingkat tapak.
05 · Target Iklim yang Terbakar

Tiga serangan terhadap komitmen iklim Indonesia

Kebakaran ini menghantam langsung wilayah-wilayah strategis yang seharusnya menjadi andalan Indonesia dalam memenuhi target iklim dan ketahanan pangan-energi nasional.

AIT pada kategori strategis nasional

Ribu hektare, Januari–Agustus 2026
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan
FOLU Net Sink 2030 dalam bahaya: 511,3 ribu hektare (38,70%) area terbakar berada tepat di wilayah Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 — mengancam kredibilitas target penurunan emisi gas rumah kaca (NDC) Indonesia. Sementara itu, 241,0 ribu hektare (18,24%) tumpang tindih dengan wilayah pencadangan pangan dan energi nasional, terbanyak dari koridor PBPH (111 ribu ha) dan koridor Non-Izin (78 ribu ha).
06 · Episentrum Krisis

Kalimantan Barat dan Ketapang, titik nol krisis nasional

Secara geografis, Pulau Kalimantan menjadi wilayah paling parah terdampak. Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat menjadi contoh nyata kegagalan pencegahan awal dan penanganan cepat di tingkat tapak.

Catatan: Titik pada peta ditempatkan di ibu kota provinsi/kabupaten sebagai penanda lokasi (bukan sebaran titik api presisi), dengan ukuran lingkaran proporsional terhadap luas AIT kumulatif Januari–Agustus 2026. Untuk sebaran titik api dan hotspot presisi, kunjungi SiPongi KLHK atau platform pemantauan Madani Berkelanjutan.

Provinsi terparah

AIT kumulatif Januari–Agustus 2026
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan

Kabupaten terparah

AIT kumulatif Januari–Agustus 2026
Sumber data: AIT Yayasan Madani Berkelanjutan
07 · Bagaimana Semua Ini Berkaitan

Dari peringatan dini ke target iklim yang terancam

Lima langkah berikut menyusun ulang temuan di atas menjadi satu alur.

01

Peringatan diabaikan

BMKG sudah memperingatkan kemarau ekstrem sejak awal 2026 — namun mitigasi di lapangan tak mengimbangi ancaman.

02

Ledakan Agustus

AIT melonjak dari 100,7 ribu ha (Juli) menjadi ±1,32 juta ha (Agustus) — kenaikan lebih dari 10 kali lipat dalam sebulan.

03

Kawasan negara ikut terbakar

59,96% area baru terbakar di dalam Kawasan Hutan negara, termasuk Hutan Lindung dan Konservasi yang mestinya jadi benteng.

04

Izin lepas tanggung jawab

51,14% tumpang tindih area izin/konsesi, sementara pelemahan strict liability pasca UU Cipta Kerja mempersulit akuntabilitas.

05

Target iklim terancam

38,70% area terbakar berada di wilayah Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 — mengancam komitmen iklim Indonesia.